SOCCER88--Baru pertengahan bulan, tapi habis sudah gajiku bulan ini, hanya tersisa untuk makan dan beli rokok sampai gajian bulan depan yang masih 2 minggu lagi. Haduuuh.., semua karena intensMutias chek in di hotel dengan Mutia pacar baruku yang baru berjalan 3 bulan..
Dengan pacar2 sebelumnya pernah tau yang namanya check in.. tapi dengan Mutia, baru pacaran seminggu sudah dikasih ML..
Namaku Marsel, aku dan Mutia sama-sama berdomisili di pesisir utara Jakarta..
Jika tanggal muda kami selalu jalan-jalan ke mall, karaoke, atau check in di hotel melati.. Tapi saat sedang tanggal tua, aku ngapel ke rumah Mutia dan tentunya engga jalan kemana-mana…
Pemirsa tau kan alasannya ? Hehehehe…
Kami hanya di rumah saja.. Ngobrol ngalor ngidul tanpa aktivitas sex sama sekali,, maklum ada orang tuanya..
Tapi malam minggu ini sedikit berbeda, rumahnya sepi…
“Papa, mama & adik mu pada kemana sayang ? Kok sepi banget ?” Ku tanya Mutia untuk memastikan keadaan.
“Papa & mama lagi ke rumah sodara yang baru melahirkan.. Nengokin bayi.. Kalau 2 adikku lagi main di luar rumah..” Jawabnya singkat.
“Wah asik dong.., Kita bisa Wik Wik an dong ; perlu sewa hotel…??” Kataku sambil mengangkat kedua alisku..
“Iyaa.., aku sengaja Engga Ikut papa mama,, dengan alasan jagain rumah dan adik-adikku..”Timpalnya
Setelah itu kami pun mulai bermesraan di sofa ruang tamu yang berbatasan langsung dengan kamar orang tua dan kamar adikya,, kepala Mutia bersandar di pundakku, sedang tangannya mengelus-elus pahaku yg terbungkus celana jeans.. Tanganku membelai-belai rambutnya yang panjang sebahu.. Tak lama kemudian kami saling berciuman., tanganku sudah merambah ke balik bra..
Gundukan daging di dadanya terasa hangat.. Lama kami berciuman,, Mutia yang ternyata sudah horny berat melepaskan ciuman lalu membuka kaus putih dan bra hitam yang dia kenakan.. Toketnya yang tidak terlalu besar kini bebas untuk dijamah.. Bibirku langsung tertuju ke toketnya yg berputing hitam.. Ku isap bagian pinggir puting Mutia sambil meremas-remasnya dengan lembut…
Lalu dilanjutkan memilin putingnya dengan bibirku., Mutia tak tinggal diam, dia menekan kepala penisku seakan tak ingin isapanku terhenti. Aku dan Mutia yang sudah kesetanan oleh nafsu birahi menghentikan sejenak aktifitas untuk melucuti semua pakaian kami. Kini kami berdua telah bugil di ruang tamu, Mutia mengarahkan mulutnya ke penisku yang berkepala besar dan sudah tegang dari tadi.. Dimainkan kepala penisku dengan bibir dan lidahnya..
Lalu dimasukkan batang penisku ke mulutnya, sementara tangannya meraba-raba bijiku. Maju mundur gerakan yang Mutia lakukan membuat penis ini makin tegang, dia melepaskan emutan di penis ini lalu meminta aku menjilat memeknya yang sudah basah.. Mutia benar-benar sudah horny.. Dia merangkak naik ke badanku yg sedang terlentang di sofa,, dia mengarahkan memeknya ke mulut dan mukaku..
“Oh My God… Cairan memeknya sudah membasahi jembutnya yang lebat..” Fikirku dalam hati..
Ku jilati dan ku gesek memeknya dengan kumis tipisku.. Dia mengerang hebat disertai getaran ditubuhnya dan juga cairan memek yang makin banyak menumpahi mulutku… Terasa sedikit asin… Sepertinya dia sudah orgasme..
Mutia merubah posisi, kini dia turun berjongkok dan mengarahkan lubang memeknya ke penisku.. Aku masih terlentang,, Mutia melakukan beberapa kali gerakan berjongkok naik turun.. Lalu tengkurep diatas tubuhku.. Kami berciuman,, Mutia mengggoyang pantatnya naik turun.. Sungguh lihai permainan pinggul yang dilakukan Mutia..
“Sayaaaang,,, aku mau keluar ; tahaaaann… ” erang ku menahan nikmat yg luar biasa.. Mutia malah bangkit dan lututnya diletakkan ke sofa,, dia menggenjot makin kencang… dan makin kencang…
Ku pegang pinggulnya untuk memberhentikan gerakannya yang sangat cepat…
“Stoop dulu.. Aku mau keluar..”Pintaku..
Dia menghentikan gerakan lalu disambut dengan semprotan air mani dari penisku.. Dan juga cairan dari memeknya…
Creeet… Creeeet… Creeet…. Seeer…seeeerr… “Aaaaarrrrgghhh….” Kami orgasme bersama…
Setelah denyutan terakhir dari penisku, memek Mutia seperti memeras penisku beberapa kali.. Lalu dia kembali menggoyang pinggulnya… Linu yang terasa dikepala penis ini sungguh tak karuan… Aku coba menahan… Sampai akhirnya Mutia berhenti berbarengan dengan cairan orgasme yang keluar dari memeknya. Kami berdua lemas didera kenikmatan..
Setelah istirahat beberapa saat, kami merapikan pakian dan melanjutkan obrolan sambil bermesraan.. Mutia merebahkan kepalanya di pahaku, aku berbincang dan bercanda sambil mengelus-elus rambutnya..kecupan-kecupan kecil pun menghiasi canda kami..
Saat Mutia sedang ke dapur untuk mengambilkan air minum, betapa kagetnya diriku melihat papanya Mutia keluar dari kamar yang pintunya langsung bersinggungan dengan ruang tamu tempat dimana kami barusan melampiaskan nafsu…
“Ooohhh Shiiitt…. Ternyata Mutia berbohong,, bagaimana jadinya kalau papanya keluar kamar saat kami berdua sedang asik ML ????” Aku bengong takaruan..
Mutia kembali dari dapur,, aku bertanya rada ngotot..
“Sayang.. Kamu gila.. Kamu nekat… Tadi bilang papa sedang keluar rumah,, ternyata dia di kamar… Kalau tadi dia keluar saat kMutia sedang ML, urusan bisa berabe…”Tanyaku sedikit marah dengan suara pelan tertahan..
“Tenang sayang.. Toh wik wik nya sudah selesai dan terjadi kan ???, kalau aku beritahu kamu papa ada di kamar, kamu engga bakalan mau ML… Makanya aku berbohong.. Lagian papa tadi baru pulang kerja.. Dia pasti tidur pulas…aku sudah memperhitungkannya..”Jawabnya sambil tersenyum manis…
Aku engga tau harus berkata apa lagi,, tapi kejadian ini sungguh menjadi pengalaman ML yang sangat hebat dan tak akan terlupakan…
Sofa di ruang tamu yang berdekatan dengan kamar papanya Mutia menjadi saksi bisu pernah terjadi pergulatan seru dua insan yang sedang dibakar gelora cinta…



Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus