SOCCER88--Setelah sejak siang hari bekerja mengangkut beras kekios tempatnya bekerja Wawan nangkrong bersama beberapa kuli yang lain. Sudah dua hari anak kampung yang baru 16 tahun itu bekerja. Badannya cukup berisi karena sudah biasa bekerja di sawah membantu bapaknya di kampung. Saat Panceklik dia mencoba mencari tambahan ke kota Jakarta, dan mendapat pekerjaan di kios beras pak Dimas. Saat asik melihat kuli lain yang sedang main kartu datang beberapa perempuan yang biasa mangkal disitu dan melayani birahi para kuli dengan bayaran yang memang “murah”, untuk ukuran orang gedean. Seperti biasa dengan suara yang sedikit keras mereka menggoda para kuli itu.“Wah neng lagi bokek euy, kalo boleh ngutang mah akang mau”, kata salah seorang diantara mereka.
“Wah emang warung nasi, kalo mau maen ya bayar dulu tidak bisa ngutang atuh”, perempuan muda yang bernama Linda itu menjawab.Linda tidak terlalu cantik, badannya bahenol usiannya sudah kepala tiga, janda ditinggal kabur suaminya, “Eh kang itu siapa, anak baru ya?”, kata Linda saat melihat Wawan yang sedikit keheranan melihat kedatangannya.“iya masih ingusan, dari Garut baru dua hari disini”, Linda tersenyum genit dan mendekati Wawan yang dari tadi melihatnya.
Baca Juga : Cerita Dewasa Kenangan Seks Di Masa SMA Dulu
“kenapa Wan kok kayak tidak pernah liat perempuan aja”
“Ah enggak teh”, Wawan menjawab dengan malu-malu.
“Wah neng anak kecil itu belom bisa apa-apa mendingan sama saya saja”
“kalau ngutang tidak sudi Linda, mendingan sama barang baru masih orisinil kan asik dapet perjaka, ayo Wan ikut saya saja kan bisa ngobrol berdua dari pada di sini sama mereka.”
“Awas Wan jangan kena di rayu entar kena sipilis kamu”
“Eh jangan suka nakutin orang ya saya mah rajin ke dokter nggak bakalan kena sipilis udah disuntik tau”, sambil mengacungkan tinjunya Linda memaki para kuli itu dengan sedikit marah.Wawan agak rikuh juga karena Linda menggandeng tangannya, kemudian mereka berdua ngobrol disalah satu warung kopi.“Jang mau nemenin saya gak, tidak usah bayar lah ya…, sekarang kamu anterin saya pulang ayo, ntar saya kasih sesuatu yang enak pisan, mau kan…”Wawan cuma bisa tersenyum dan mengangguk perlahan. Kemudian mereka berjalan berdua menyusuri gang di belakang pasar menuju ke rumah Linda yang kebetulan dekat dengan pasar. Sampai dirumah Linda kemudian menyuruh Wawan masuk dan kemudian mengunci pintu, Wawan sedikit keheranan“ayo atuh jangan malu-malu, nggak apa-apa disini mah sudah biasa kayak gini sini”, Kata Linda.
“Aku ngerti kok kamu belum pernah makanya mau saya ajarin mau kan”, kata Linda sambil membelai dada Wawan yang bidang.Wawan hanya diam gemetaran, tidak tahu harus berbuat apa kepalanya mengangguk perlahan.
“Baju kamu dibuka aja ya”, kata Linda sambil menarik kaos yang dipakai Wawan, dan kemudian dia membuka risleting celana yang dipakai Wawan.Dengan bernafsu Linda mencium bibir Wawan yang kebingungan diperlakukan seperti ini, namun karena godaan Linda Wawan juga mulai terbakar birahi. Linda mendorong Wawan ketempat tidur sehingga Wawan jatuh terlentang diatas tempat tidur, kemudian Linda menarik celana Wawan sehingga anak itu bugil. Kontol Wawan sudah berdiri dan dengan refleks dia menutupi kontolnya itu. Linda hanya tersenyum melihatnya.“Wah sama saya sih nggak usah malu-malu udah sering lihat yang kayak gitu..”
Kemudian Linda membuka bajunya, Wawan makin salah tingkah melihat ada wanita yang bugil didepan dia. Kemudian Linda naik ke tempat tidur dan menciumi bibir, dada dan menggigit puting Wawang.“ahhh aduh geli teh”, Wawan mendesah kegelian diperlakukan seperti itu.
“Sekarang aja ya dimasukin sama teteh.”
Linda memengang kontol Wawan dan mengarahkannya ke memeknya. Wawan melihatnya masih dengan badan gemetaran.“akhhh…” Wawan mendesah saat kontolnya masuk kedalam memek Linda, matanya terpejam menikmati sensasi yang baru dia rasakan di kontolnya.“akhh…sss enak kan Wan,” Linda bergerak naik turun sambil meremas-remas susunya.
Wawan merem-melek menikmati goyangan Linda, kontolnya serasa dipijat dan disedot di dalam memek Linda, kemudian pantatnya mulai naik turun mengikuti gerakan Linda dan tangannya meremas-remas seprei, baru saat Linda membimbing tangannya ke susu Linda“Remas Wan… Aakhh”. Wawan meremas-remas susu Linda, dan saat susu itu disodorkan kemulutnya Wawan mulai mengemutnya persis seperti masih bayi, tapi kemudian berhenti saat Linda menegakkan badannya.Linda masih asik menggoyang pantatnya dan tangannya meremas-remas dada Wawan. Wawan mulai gelisah tangannya kadang meremas susu, kadang meremas seprei dan kadang memegang pinggang Linda seolah-olah mengatur agar Linda menekan sedalam mungkin.“Aduh… teh… Aakh”,Wawan mendesah, bicaranya mulai ngaco, nafasnya mulai memburu dan badannya mulai kejang, kepalanya mendongkak keatas, matanya terpejam dan pantatnya mengangkat naik dan crot…crot…crot… Entah berapa kali semburan yang keluar dari kontolnya dan akhirnya Wawan terkulai lemas.“Yaaa kan teteh belum, tapi tidak apa-apa istirahat dulu aja ya”, kata Linda dengan nada sedikit kecewa, mereka tidur sambil berpelukan.Saat pagi hari Wawan bangun dan melihat Linda yang tidur terlentang, dia melihat perempuan itu masih telanjang dan tertarik saat melihat gundukan daging yang ditumbuhi rambut halus, kemudian dia mulai meraba memek Linda. Saat Linda merasakan memeknya ada yang mengusap-usap dia terbangun melihat Wawan tersenyum dan membiarkan Wawan memperlakukannya seperti itu. Wawan kemudian naik ke atas tubuh Linda menindihnya dan mengarahkan kontolnya ke memek Linda lalu menekannya.“Akh…ngehh”
“Enak kan Wan sss… Akh.. Tekan yang dalem Wan.. Akhh…”Wawan menggerakkan pantatnya maju mundur dan Linda Menggoyangkan pinggulnya mengikuti gerakan maju mundur pantat Wawan. Hanya desahan yang terdengar dari mulut mereka berdua.“aduh Wan…terus… Akh.. Yaaa terus Wan yang kerasss akhh Wan yeah…terus akhh…”
“Akh teh Wawan mau keluarehh akh teh… sss.. Akkkh…ngahouch…”
“Teteh dateng Wan akh…din… Aouchhh…”Badan mereka berdua menegang, Linda mengangkat tinggi-tinggi pantat dan dadanya, sedangkan Wawan seperti busur panah, pantanya menekan memek Linda dan tangannya meremas seprei dan sesaat kemudian mereka terkulai lemas. Kepala Wawan rebahan di susu Linda dan kemudian tidur terlentang di sisi Linda. Beberapa saat kemudian.“Din yang tadi gratis tapi kalo mau teteh bersihin sekalian Wawan harus bayar yah murah kok cuman 20000 aja.”Wawan hanya mengangguk sambil tersenyum. Kemudian Linda mulai menjilati seluruh badan Wawan dada Wawan kemudian turun kebawah. Saat sampai di kontol Wawan Linda menjilati kepala kontoln Wawan yang masih sedikit tersisa spermanya yang mulai kering, dan kemudian mengulumnya.
“akh…teh..sss… Aduh..geli… Akhh…”, Wawan mendesah dan badannya gemetaran, da kontolnya mulai mengeras lagi.Linda terus mengulum kontol Wawan sambil mengocoknya. Wawan menggerakkan pantatnya naik turun.“akhh…teh…teehhhh ouch…”
Sperma Wawan muncart dimulut Linda dan sebagian meler keluar dan membasahi kontolnya. Linda menelan semuanya dan kemudian menjilati sisa-sisa sperma Wawan sampai bersih. Setelah mandi Wawan membayar uang seperti yang telah dijanjikannya dan kembali pergi ke pasar.“Wan, kamu baru berapa hari kerja disini udah kesiangan, saya tahu kamu kemana, kalo nurut sama bapak mah kamu teh jangan terpengaruh sama perempuan kayak gitu ntar kena penyakit bahaya kan”, Pak Dimas menasehati Wawan.

















