Minggu, 05 Januari 2020

Cerita Dewasa Keusilan yang Berujung Nafsu Dan NIkmat


SOCCER88--Di siang hari yang terik itu, Nincy tergesa-gesa turun dari taksi yang ditumpanginya, Setelah membayar ongkos taksi, Nincy buru-buru melangkah mendekati pagar tinggi besar sebuah rumah mewah di bilangan jakarta tersebut dan menekan belnya dengan tidak sabar. Tak butuh waktu lama, seorang wanita paruh baya berjalan tergopoh-gopoh menuju pagar untuk menyambutnya.

“Eh, neng Nincy. Bibi kirain siapa.”

“Iya bi, cepetan dong panas nih.”

“Iya iya neng masuk..”


Nincy dengan segera melenggang masuk kedalam rumah tanpa ba-bi-bu. Ia mengibas-ngibaskan kerah seragam SMA nya setibanya didalam, berusaha mengusir rasa gerah di tubuhnya. Bi Inem pun tak selang lama ikut masuk kedalam dan mengunci pintu.

“Orang-orang belom pada pulang ya?” tanya Nincy lagi begitu masuk kedalam rumah “Belom neng, tapi tadi non Cynthia udah bilang kok neng Nincy mau dateng. Cuman ada mas Tomi aja yang udah pulang sejam yang lalu. Paling lagi di kamarnya.

“Oh gitu, yauda deh. Saya ke kamarnya Cynthia yah bi. Disana aja ngadem.”

“Iya neng, bibi lanjut masak ya.’

Dan bi Inem pun menghilang ke belakang, menyisakan Nincy sendirian. Nincy pun dengan santai melenggang ke lantai dua menuju kamar Cynthia. Nincy dan Cynthia sudah bersahabat sejak lama sedari SD dan SMP. Bahkan ketika mereka berpisah sekolah di SMA persahabatan mereka masih tetap erat. Sedari SD hingga SMP Nincy kerap bermain ke rumah Cynthia. Tak jarang di akhir minggu Nincy menginap disana, jadi seisi rumah sudah menganggap Nincy seperti keluarga sendiri.

Setibanya ia di kamar Cynthia, Nincy segera melempar tasnya ke lantai dan menjatuhkan badannya di kasur. Cythia sendiri masih ada les tambahan hingga jam 4 sore sehingga ia belum masih akan pulang hingga beberapa jam kedepan. Nincy sendiri sebelumnya sudah berencana untuk bermain ke rumah pacarnya. Namun karena satu dan lain hal, rencana berduaan tersebut gagal dan akhirnya Nincy memilih untuk menghabiskan waktu saja di rumah Cntyhia. Dengan kesal, Nincy hanya memboalk-balik hapenya saja untuk membunuh waktu namun hal tersebut malah membuat ia makin kesal. Akhirnya ia pun bangkit dari kasur dan beranjak keluar dari kamar.


Baru saja ia melongok keluar pintu, matanya tertuju kearah pintu kamar Tomi diseberang kamar Cynthia yang ternyata sedikit terbuka. Karena tidak ada kerjaan, Nincy pun memutuskan untuk mengisengi Tomi saja. Tomi sendiri adalah adik Cynthia satu-satunya yang terpaut jarak beberapa tahun. Saat itu Tomi sudah menginjak kelas 3 SMP, namun badannya tinggi besar mungkin karena ia rajin berlatih basket sedari SD. Bahkan kini tomi juga rajin berolahraga di Gym sehingga membuat badannya yang sudah tinggi menjulang semakin kekar. Meski ia akui Tomi sudah jauh berbeda dari yang dulu, namun tetap saja di mata Nincy, Tomi adalah anak kecil ingusan yang selalu jadi bahan kejahilan dirinya dan Cynthia.

Baca Juga : Cerita Dewasa Perselingkuhan Terjadi Lagi Dengan Temanku

Sambil berjingkat-jingkat Cynthia menghampiri kamar Tomi dan melongok sedikit kedalam diantara celah pintu. Nampak Tomi tengah duduk didepan meja komputer membelakangi pintu sembari mengenakan headphone. Nincy pun mengendap-endap mendekati Tomi yang kala itu hanya mengenakan boxer yang terpaku didepan komputer. Namun ketika ia baru hendak menepuk bahu Tomi, Nincy tercekat melihat layar komputer Tomi. Nincy baru tersadar Tomi ternyata sedari tadi tengah menonton film porno di komputernya. Ia nampak begitu berkonsentrasi bahkan hingga tak menyadari Nincy sudah berada tepat di belakangnya. Nincy mengurungkan niatnya sebentar dan bergeleng-geleng sendiri menahan geli melihat tingkah polah Tomi yang sedang bernapas tak beraturan. Kini bahkan tangan kiri Toni mulai bergerak merabai gundukan boxernya sendiri. Saat itulah Nincy segera ambil tindakan dan menepuk kedua bahu Tomi sambil berteriak kencang.

“HAYO LAGI NGAPAIN!”

Tomi nyaris terjengkang kebelakang sangking kagetnya. Headphone nya bahkan ikut terbelit ketika ia terjungkal sangking kagetnya. Dengan cepat Tomi mematikan layar komputernya dan berdiri dengan terengah-engah dengan wajah pucat pasi. Nincy tertawa tergelak hingga terduduk di kasur Tomi.

“K-kak Nincy ngapain sih! Ngagetin orang aja!!” Ujar Tomi masih sambil terbata-bata.




“Lagian elu sih Tom, nonton bokep serius banget sampe ga sadar gue masuk.” Jawab Nincy lagi di sela-sela tawanya.

Tomi tampak memerah padam wajahnya, ia hanya bisa berdiri mematung di samping komputer seperti tengah di strap.

“Emang seru banget gitu bokepnya? mana coba gue pengen liat kaya apa.” Ujar Nincy lagi sambil beranjak mendekati layar komputer.

“Eh Eh! ngapasin sih kak Nincy! u-udah deh keluar aja, gangguin orang aja nih!” sembur Tomi sambil berusaha menghalang-halangi Nincy.

“Ah berisik lu Tom, mana cepet gue pengen liat. Daripada lo gue aduin ke kakak lo coli di kamar? baru tau rasa lo.” ancam Nincy sambil terkekeh.

Tomi tak bisa berkutik mendengar ancaman Nincy. Wajahnya jadi pucat pasi, namun ia tak berani bergeming di sebelah Nincy. Nincy dengan santai menghidupkan layar komputer kembali dan memutar video porno tersebut. Di lain pihak Tomi kini kian resah sambil terus menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal, bercampur antara gelisah dan malu.

“Ih gila lu Tom, nontonin yang dijilat-jilat begini cewenya. Lagi belajar ya lu buat pacar lu?” celoteh Nincy asal. Tomi yang makin salah tingkah yang justru membuat Nincy makin bersemangat untuk mengusilinya.

Tomi bergerak cepat menutup pintu kamarnya, takut bila nanti bi Inem ikut memergoki kesialannya. Dalam hati ia berkata jangan sampai berita memalukan ini sampai ke telinga cynthia atau bahkan mamanya.

“Duh udah dong kak Nin, please ampun kak..” mohon Tomi. Tetapi Nincy diam saja sambil terus tersenyum-senyum jahil menatapi layar komputer tak menghiraukannya.

“Ckck.. ga nyangka gue Tom, lo ternyata bejat banget ya. Liatnya sampe yang kencing-kencing gini.. ihhh..” celoteh Nincy lagi. Tomi makin memerah kupingnya mendengar ocehan Nincy.

Dalam hati Nincy memuji juga selera Tomi. Video yang diputar Tomi diam-diam agak membuat Nincy hanyut juga. Apalagi rencana Nincy berduaan dengan pacarnya hari ini gagal, membuat Nincy makin gemas saja melihat adegan porno didepan matanya. Sekilas Nincy melirik Tomi yang berdiri mematung di sebelahnya. Baru kali ini setelah sekian lama Nincy melihat Tomi setengah telanjang seperti itu. Melihat perut rata Toni, sekelebat pikiran kotor Nincy bergejolak.

“Yauda deh Tom, lo lanjutin gih kegiatan menjijikan lo itu.”

Sejenak Tomi bernapas lega mendengar perkataan Nincy.

“Tapi, siap-siap aja ya kena omel sama kakak lo. Hahaha..”

“Yaaah.. please kak Nin, jangan dong kak.” Mohon Tomi seraya menarik lengan seragam Nincy dengan wajah sangat memelas.

“Ih jangan pegang-pegang!” tukas Nincy sombong.

“Ayo dong kak please jangan kak.. apa aja deh Tomi kasih, kak Nincy laper? mau pizza? Tomi pesenin ya?” rayu Tomi sengit.

“Ngga lah ya, gue ga semudah itu di rayu..” balas Nincy lagi sembari berpikir. Selang beberapa saat Nincy kembali berucap.

“Oke deh gini, lo ga akan gue bilangin. Tapi sebagai hukumannya… Lo harus coli disini, sekarang. Biar lo kapok. Haha..” ujar Nincy jahil.

Tomi termangu tidak mempercayai perkataan Nincy. Nincy berusaha sekuat tenaga tidak tertawa kala ia memperhatikan ekspresi Tomi. Dalam hati Nincy sedikit berdebar-debar jug menunggu respon Tomi.

“Ayo gimana? Mau ngga? kalo ga yaudah.” Ancam Nincy lagi sembari berakting melangkah pergi.

“I-iya kak! tunggu bentar please tunggu..” cegah Tomi.

Nincy berdiri bercakak pinggang memandangi Tomi dengan pongah sambil tersenyum kecil. Tomi nampak ragu dan hanya bisa menunduk lemas.

“Ayo cepet, lama banget lu ah Tom. Pilih mana, coli ditempat apa kena sidang sekeluarga?” Bentak Nincy Nincy lagi mengancam.

Cerita Dewasa Terbaik | Tomi terdiam beberapa saat, dan kemudian ia pun mulai menggapai pinggiran boxernya. Nincy memperhatikan pergerakan Tomi dengan seksama. Perlahan masih penuh dengan keragu-raguan, Tomi memelorotkan Boxernya dengan sangat hati-hati. Mata Nincy membelalak manakala matanya menangkap perut bawah Tomi yang melengkung berbentuk V. Nincy berpikir dalam hati “Gila seksi juga ototnya untuk ukuran anak SMP. Pasti karena ikut-ikutan nge-Gym.”

Tomi sempat berhenti sesaat sebelum menurunkan boxernya lebih jauh kebawah. Sebelah tangannya menangkup kemaluannya malu-malu sembari tangan sebelahnya lagi memeloroti boxernya sendiri hingga ke dengkul dan kemudian ke mata kaki. Wajah Tomi memerah padam tak sanggup membalas pandangan Nincy sama sekali. Kini Tomi berdiri tanpa sehelai benangpun tak jauh dari Nincy yang duduk dengan santai di depan meja komputer.

“Hihihi.. mana cepet, ayo buruan.” Pekik Nincy girang tatkala Tomi usai menanggalkan boxernya. Tomi masih hanya diam mematung seperti maling yang tertangkap basah oleh warga, berdiri telanjang bulat menunggu hukuman.

“N-ngapain kak, udah dong Tomi udah kapok..” Mohon Tomi lagi dengan suara lemas.

“Pake nanya lagi, cepet buruan kocok, hihi.” ujar Nincy cuek sembari terkikik geli.

Tomi dengan sangat perlahan mulai merabai kemaluannya sendiri meski masih ditutup sebelah tangannya. Diraba-rabainya sendiri penisnya yang tak kunjung mengeras.

“Mana kok ga bangun-bangun sih? Malu ya? Ahaha..” goda Nincy lagi. “Pokoknya kalo sampe ga bangun juga, bakal gue aduin ke Kakak sama nyokap lo.. “ Ujar Nincy mengancam.

Mendengar ancaman Nincy otomatis Tomi berusaha sekuat tenaga memfokuskan diri. Ditengah-tengah usahanya Tommy melihat secercah harapan. Dari posisi dirinya bediri saat itu ia dapat mengintip dengan jelas belahan dada Nincy dari yang duduk lebih rendah tepat di hadapannya. Daging yang mulus dan lembut tertutupi bra hitam itu lumayan membantu ereksi Tommy.

Baca Juga : Cerita Dewasa Perselingkuhan Terjadi Lagi Dengan Temanku

Nincy dengan seksama melirik mata Tomi yang tertuju di celah seragamnya. Ia sudah biasa dengan pandangan seperti itu, baik di sekolah maupun dijalan, ia sudah hapal mata jelalatan lelaki macam itu. Namun kali itu Nincy memilih untuk diam saja membiarkan tomi untuk melirik sesukanya, apalagi ia melihat penis tomi kian menegak keras. Nincy pun makin lama makin tidak sabar, dengan cuek akhirnya ia membuka dua kancing teratas di seragamnya sehingga terpampanglah jelas payudaranya.

“Nih udah gausah ngintip-ngintip segala. Baek kan gue? daripada kelamaan. Udah buruan kocok cepet!” hardik Nincy.

Tomi langsung melotot matanya melihat payudara yang begitu bulat, terjuntai secara cuma-cuma didepan matanya. Otomatis penis tomi menegang maksimal disuguhi pemandangan sebegitu indah. Nincy pun ikut terbelalak melihat tegangnya penis tomi. Untuk ukuran anak smp penis tomi bisa menyamai milik randi kekasihnya. Bahkan terlihat lebih melengkung keatas dan lebih gendut dari milik randi. Tak terbayang apabila SMA nanti atau kuliah bisa sebesar apa penis tomi. Nincy jadi menelan ludah diam-diam.

“Stop stop. Stop dulu. Sekarang lu diem Tom. Gue pengen liat segede apa.”

Tomi yang sudah mulai tegangan tinggi terpaksa diam istirahat ditempat karena komando Nincy. Dengan posisi itu Nincy bisa meneliti betapa gagahnya penis tomi di depan mukanya itu. Tomi berdebar-debar gorgi manakala Nincy mendekatkan wajahnya hingga nyaris tinggal sejengkal jaraknya dari acungan penisnya sendiri. Warnanya yang kemerahan dan berurat membuat Nincy salut juga apalagi dalam jarak sedekat itu tentu semakin gagah terlihat. Tomi jadi mengkhayal apabila Nincy mengoral penisnya seperti di film porno. Ahhh.. betapa bahagianya tomi apabila itu terjadi.




“Hmm.. yaudah cepet sekarang kocok lagi!” perintah Nincy lagi. Ia hampir saja terceplos memuji penis tomi usai ia memandanginya lekat-lekat tadi.

Tomi pun dengan ogah-ogahan mulai mengocok lagi penisnya didepan Nincy. Agak kecewa juga tomi karena harapannya tadi tidak menjadi kenyataan.

“Pokoknya harus keluar ya. Gue gamau kalo ga keluar.” Tambag Nincy lagi.

“S-susah Kak. A-abisnya gue ga ada bahan lagi..” Kilah tomi malu-malu.

“Heh? Emang ini kurang? Udah bagus-bagus ya lu gue kasi belahan toket. Malah nawar lagi. Dasar lu ya..” Bentak Nincy.

“E-eh j-jangan marah gitu dong. Kan kak Nincy suruh keluarin. Kalo emang turun lagi emang Tomi bisa kontrol? Hayo..” Ujar tomi lagi berusaha membela diri.

“Hm. Sok banget lu nawar-nawar. Emang lu mau apaan? Awas aja ya kalo gue suruh buka CD juga. Gue OGAH. Mending lo gue aduin sekarang ke Cynthia.” Balas Nincy lagi.

“N-ngga ngga kak nin, ga itu kok. Hmm.. apa ya.. Buka itu aja deh..” Jawab tomi terbata-bata.

“Buka apaan?” Tanya Nincy lagi tidak sabar.

“Turunin branya aja kak nin. Dikit aja, b-biar tomi on lagi.” Tawar tomi malu-malu.

Sial, pikira Nincy terdiam sesaat. Nincy sebenarnya masih agak penasaran ingin melihat penis tomi hingga ejakulasi nanti, namun mendengar tawaran Tomi Nincy jadi menimbang-nimbang sendiri permintaan tersebut.

“Oke, fine. Sebelah aja tapi ya. Dan dengan satu syarat. Maksimal 10 menit. Ngga keluar juga, lo gagal.” Ucap Nincy menyetujui permintaan toni.

Tomi mengangguk-angguk cepat girang. Nincy dengan agak kesal membuka seluruh kancingnya dan menurunkan sebelah tali bra nya. Tomi dengan gugup mengintip-intip tak sabar. Nincy melirik sedikit kearah tomi, dan dengan perlahan meloloskan tali branya, dan mengeluarkan sebelah payudaranya dari balik cup bra. Mata tomi melotot nyaris copot memandangi nanar payudara Nincy yang menggantung bebas di udara, serta pucuk payudaranya yang berwarna merah kecoklatan.

Gairah tomi bangkit lagi. Dikocok-kocoknya penisnya dengan semangat tanpa disuruh. Nincy terkekeh melihat ekspresi wajah tomi yang begitu cabul. Ia tahu apa yang diinginkan tomi. Dengan genit Nincy makin mencondongkan sebelah payudaranya yang terpampang menantang tomi. Lalu dengan lembut Nincy menjawil sendiri puting susunya dengan telunjuknya, dan mendesah kecil.

“Aduh.. geliiiii….”

Tomi makin kesetanan melihat aksi Nincy. Dengan napas menderu ia berbisik ke Nincy.

“Terus kak nin, colek lagi kak.. Cubitin kak…”

Nincy tersenyum nakal mendengar permohononan tomi. Dengan perlahan Nincy mencubit putingnya yang kenyal dan memuntirnya perlahan sembari seraya mendesah manja.

“Awh, Tom.. uuunnnch…”

Nincy menggeliat manja sengaja memancing birahi tomi lebih lagi. Sialnya hari itu memang Nincy sedang agak horny, apalagi rencananya untuk bercinta dengan Randi juga batal. Maka itu rangsangan di putingnya itu dan show tomi didepannya diam-diam malah ikut memancing nafsunya sendiri. Kini bahkan Nincy keterusan untuk mencubit-cubit mesra putingnya sendiri sembari asyik menonton onani tomi.

Ditengah gelora nafsu tomi melihat tatapan Nincy yang juga kini agak sayu. Bak ditimpa durian runtuh, kini tomi melihat Nincy melepaskan cup bra yang satu lagi, dan menggelitiki putingnya yang satunya lagi hingga kini Nincy asyik memainkan kedua puting susunya didepan tomi.

“Ouh kak Nincy, seksi banget kak.. Terus kak cubit kak.. Mmhh. enak ya kak?” Pancing tomi.

Nincy tak menggubris bisikan tomi dan terus asyik merangsang dirinya sendiri. Nafsunya kini sudah bangkit, celana dalamnya terasa begitu hangat oleh hawa nafsunya sendiri. Tenggorokan Nincy terasa kering akibat gairahnya yang sudah naik. Nincy mengumpat dalam hati karena ia jadi ikut terangsang. Nincy menjadi gemas sekali oleh penis tomi. Tapi ia masih berusaha menahan diri. Rasanya ingin ia langsung menyambar dan mengisap penis tomi hingga ke tenggorokannya dan menelan habis sperma tomi. Pasti legit sekali rasanya, pikir Nincy dalam hati.

“Kak nin, tomi pegel nih kak tangannya..” ujar tomi lirih. “Bantuin dong kak nin gantian, pleasee…” ujar tomi mencoba peruntungannya.

Nincy melirik tomi tajam. Sial sekali tomi seakan tahu pikiran dalam kepalanya. Diantara gelombang nafsu seperti ini, ia jadi galau terombang-ambing. Brengsek! Pikir Nincy dalam hati.

“Hm! Sial lu tom. Sini cepet!” jawab Nincy singkat sembari berusaha tetap cool.

Tomi berbunga-bunga seakan bermimpi di siang bolong. Dengan gugup ia melangkah mendekat, mencodongkan pinggulnya kedepan. Nincy pun tak kalah gugup menjelang tangannya menyentuh batang keras tomi. Tomi menggelinjang pelan penuh kenikmatan ketika tangan Nincy menggengam penisnya. Nyaris saja tomi ejakulasi merasakan halusnya tangan Nincy. Nincy mendesis gemas sembari menyapu jengger tomi dengan jempolnya. Nincy jadi terkesima oleh diameternya yang ternyata nyaris tak muat dalam genggamannya. Terasa betapa kokoh dan kerasnya penis tomi dalam genggamannya.

Dengan pelan Nincy mulai mengocok penis tomi naik dan turun. Tomi menggigit bibirnya sendiri tak kuasa menahan kenikmatan. Nincy menjadi makin bersemangat oleh desahan tertahan tomi. Ingin rasanya ia cepat-cepat melihat ejakulasi tomi. Nincy meludahi tangannya sendiri untuk melicinkan kocokannya. Tomi terbelalak dan mendengus nafsu melihat kebinalan Nincy seperti itu.

“Awghh… k-kak nin.. Enak bangettt… suerr…” ceracau tomi.

CLOK!

CLOK!

CLOK!

CLOK!

Bunyi kulit pelir tomi bergesekan dengan telapak tangan Nincy yang basah oleh liurnya sendiri. Nincy bahkan menambahkan liurnya lagi dan langsung meludahkannya keatas kepala penis tomi demi melicinkan lagi kocokannya.

“Kak nin, j-jilat dikit dong kak.. Aku dah mau keluar nihh.. Sshmmmm” rayu tomi lagi.

Shit, pikir Nincy dalam hati. Sebenarnya memang Nincy sedari tadi sudah terpancing untuk melakukan hal tersebut, namun tentu Nincy tidak mungkin merendahkan harga dirinya dan meminta duluan, Apa kata dunia? Tapi kini posisinya tomi sudah meminta, jadi Nincy berpikir apakah ia akan mengiyakan permintaan tomi atau tidak. Namun dilain pihak Nincy juga begitu ingin mengecap sperma tomi di mulutnya. Akhirnya didesak oleh nafsu birahi, Nincy mencondongkan kepalanya maju.

“Hmmhh.. sialan lu tom! errrghh.. sini deh cepet! Slurp… mhhhhmmm… chuppp..”

Nincy dengan sekejap langsung mengemut kepala penis tomi dan mengisapnya bak permen lolipop. Tomi mengejang-ngejang keenakan. Baru kali itu ia merasakan nikmat seperti itu. Sapuan lidah dan hisapan Nincy melambungkannya ke awang-awang. Dilain sisi Nincy juga menikmati mengisapi batang penis milik tomi itu. Bagaimana Nincy harus membuka mulutnya lebar-lebar demi memasukkan batang penis tomi kedalam mulutnya.

“Fuwaaahhmmm… mhmhhhhhmm… slrrrpppp…”

Nincy melepahkan pelir tomi dan menyapunya ke seluruh permukaan bibirnya. Digenggamnya penis tomi dan dijilatnya batang tomi mulai dari pangkal, hingga ke pucuk helmnya, diakhiri dengan kuluman dalam mulutnya, membuat tomi kocar kacir. Nincy mengeluarkan pengalamannya demi membuat tomi bertekuk lutut, sialnya tomi bisa begitu kuat menahan orgasmenya hingga Nincy harus berupaya ekstra.

Akhirnya tomi tak bisa lagi menahan orgasmenya. Diujung sisa perlawanannya, tomi tiba-tiba menjambak rambut panjang Nincy dengan kencang, dan menghentakkan pinggulnya dalam-dalam. Nincy yang samasekali tidak siap hanya bisa mencengkram pinggul tomi ketika penis gagah tomi terdorong melesak jauh kedalam tenggorokannya. Tomi dengan gilanya menggagahi tenggorokan Nincy tanpa ampun, membuat Nincy tersedak dan terbatuk-batuk hebat.

Bak di dalam video porno hardcore, Nincy hanya bisa pasrah tenggorokannya diperkosa tomi. Diantara keberingasan itu Nincy anehnya malah makin terangsang, diam-diam ia menyukai perilaku beringas tomi ini. Makin ia terbatuk-batuk sesak napas, makin nikmat rasanya hingga basah sendiri celana dalam Nincy.

“Hmmmmmhhh! Makan nih peju gue… ssshhghghggg….gggghhhhh…….”

Tomi meregang sembari membenamkan pelirnya dalam-dalam di mulut Nincy. Cairan sperma tomi yang berlimpah membanjiri rongga mulut dan tenggorokan Nincy. 1,2,3,4, kali penis tomi berkedut-kedut menyemburkan benihnya seakan mulut Nincy adalah rahim yang hendak dibuahinya. Nincy yang kehabisan napas, tersedak oleh pelir, dan sperma hanya bisa pasrah dalam kenikmatan. Dan ketika tomi usai menuntaskan orgasmenya, ia mencabut penisnya serta merta dan terhuyung kebelakang terduduk di kursi komputernya lagi.

“OHOK! OHOKK!!! HOEKK!!!… FYUHHHH… aahgghhhh… ohok.. Ohok…”

Nincy terbatuk-batuk hebat ketika paru-parunya yang nyaris meledak diisi kembali oleh oksigen. Ludah, dahak, serta sprerma kental dimuntahkan olehnya ke lantai. Nincy mengelap bibirnya yang belepotan campuran berbagai cairan, dan juga mengelap butiran airmatanya yang menetes ke pipi. Tomi tak lagi sanggup berdiri dan hanya bisa terduduk sembari mengelap penisnya menggunakan tissue.

“Cuhhh… hhhh…hh… brengsek lu tom.. Hhh.hhh..” umpat Nincy disela-sela napasnya masih dengan suara serak.

Tomi buru-buru bangkit dan mengambil tissue bersih demi membantu mengelap bibir Nincy yang masih tidak karu-karuan. Tomi dengan penuh perhatian membantu mengelap sisa-sisa kebrutalannya tadi. Nincy dengan pandangan kesal melirik tajam ke arah tomi.

“Maap kak… tomi kebawa suasana.. Maap yaah .Abis kak Nincy hebat banget sih nyepongnya. Tomi jadi ga kuat..” Ujar tomi sambil malu-malu

“Ga kuat sih ga kuat, tapi ga langsung deephtroat juga kali gue kan kaget. Untung aja ga keluar semua makan siang gue tadi.” dengus Nincy kesal.

“Iya deh maap ya kak nin, nanti besok-besok ga gitu lagi deh.. Janji. Hehe” rayu tomi.

“IH, enak aja besok-besok lagi. Sorry ya.. Cukup sekali ini. Huuu..” cibir Nincy sembari masih tersengal-sengal.

“Jangan gitu dong kak nih, haha. Enak kan kontol tomi? Buktinya kak Nincy ngisepnya menghayati banget tadi..” ujar tomi sambil tersenyum-senyum.

“Halah, kepedean lu tom. Namanya orang sange ya pasti menghayati lah…” cerocos Nincy lagi.

“Hoooooo jadi tadi sange juga toh? Kesian dong kak nin belom keluar.. Karena tomi baik, sini gantian tomi bantuin, Kak.” goda tomi sambil tersenyum-senyum girang.

“EH EH mo ngapain lu tom? Ih lepass!”

Tomi segera merengkuh tubuh Nincy dan merebahkannya ke kasur. Terasa kini oleh Nincy betapa badan tomi yang jauh lebih besar ketimbang tubuhnya dan dapat dengan mudah menahannya di kasur. Tomi dengan agak memaksa menciumi telinga dan leher Nincy. Bahkan tangannya tomi juga kini ikut menggerayangi dada Nincy.

“Tom.. tom udah tom udah, iya iya ampun ampun. Oke oke damai pliss..” mohon Nincy berusaha menghentikan serangan tomi.

“Kenapa kak nin? Hmmmm…mmmuach… kan tomi cuman pengen bantuin kak Nincy aja, ga enak dong tomi tadi udah keluar duluan kak Nincy belom.. Mmmmwach..” ujar tomi terus menyerang tengkuk Nincy. Nincy merasakan penis tomi sudah agak mengeras lagi menyenggol pahanya.

“Oke, oke deh, lo boleh bantuin dengan satu syarat.. Tapi lo jangan masukin ya tom. Lo jilatin aja ya… okeee? Hmmm..” kilah Nincy berusaha menghindar, Nincy merasa terpaksa menyerah ketimbang tomi terus menyerangnya dan malah membuat dirinya makin lengah.

“Hmmmm.. Muach.. Okedeh… hehe. Sini kak tomi jilatin kak.” ujar tomi bersemangat beranjak melepaskan cengkramannya.

Baca Juga : Cerita Dewasa Perselingkuhan Terjadi Lagi Dengan Temanku

Nincy menghela napas mengatur napasnya lagi. Nyaris saja Nincy pasrah oleh serangan tomi. Tomi nampak begitu bersemangat tersenyum-senyum membuat Nincy geleng-geleng kepala. Nincy dengan agak ogah ogahan menanggalkan roknya hingga jatuh ke lantai. Ia rapatkan pahanya dalam-dalam agar tomi tidak bisa melihat bercak basah dicelana dalam pink nya.

“Eh, eh, kak kok langsung sih? Nanti dong santai.. Hehe. Tomi pengen jilat yang ini dulu..” Ujar tomi seraya meraba payudara Nincy. Sialan pikir Nincy, kali ini malah keadaan berbalik dirinya yang dimanfaatkan tomi.

Dengan masih tersenyum-senyum cabul, tomi merabai payudara Nincy. Ditariknya lagi Nincy hingga ia jatuh terduduk diatas kasur. Tomi dengan lembut menjawil puting susu Nincy dari balik bra.

“Eghmmm..”

Nincy menahan bibirnya rapat-rapat agar tidak kelepasan mendesah. Tomi tentu tak akan pikir dua kali untuk memanfaatkan Nincy habis-habisan. Kini dua telunjuk tomi bermain di kedua puting susu Nincy yang kenyal. Nincy tetap berusaha cool duduk di tepi ranjang. Tomi beralih kebelakang Nincy, dan mulai mencubit pelan dan memuntir-muntir puting Nincy lembut. Untunglah pikir Nincy, karena tomi jadinya tidak bisa melihat ekspresi Nincy yang mulai agak terpejam-pejam dimainkan putingnya oleh tomi.

Tomi terus memancing desahan Nincy untuk keluar. Dari posisi belakang, tomi dengan diam-diam kembali menciumi leher Nincy penuh nafsu. Nincy tak kuasa menggelinjang merinding tatkala tomi mempermainkan tubuhnya seperti itu. Secara naluriah Nincy melingkarkan lengannya kebelakang merangkul leher tomi. Tomi begitu girang melihat gelinjang manja tubuh Nincy dipelukannya. Selama ini dia hanya bisa bermimpi bercinta dengan wanita lebih tua, dan sekarang khayalannya jadi kenyataan, apalagi dengan Nincy teman kakaknya yang paling seksi dan menjadi imajinasi onaninya selama ini.

“Mhhmm.. Tom, gila ah tom geli banget gue….” ceracau Nincy dalam kenikmatan.

Tomi dengan giatnya terus mencubit, menjawil, mengusap, dan menarik puting Nincy yang makin kenyal. Lidahnya menari-nari dileher dan kuping Nincy membuatnya bergetar keasyikan. Nincy tak habis pikir bagaimana anak smp ini bisa mencumbuinya sebegitu hebat seperti kekasihnya sendiri.

Kemudian secara perlahan sebelah tangan tomi merayap kebawah dan membelai paha Nincy. Nincy yang sudah tipis kesadarannya hanya mengikuti bimbingan tangan tomi untuk membuka kedua pahanya. Tomi mendesis gemas merasakan hangat dan basahnya celana dalam Nincy. Nincy menoleh kearah tomi dan segera memagut bibir tomi penuh nafsu ketika jemari tomi merabai kemaluannya lembut.

“Ahh.. anget banget kak. Enak ya dimainin tomi?” tanya tomi mesra.

Nincy menjawab dengan pagutan yang sangat mesra di bibir tomi sembari badannya menggigil merinding ketika tomi terus menjamahi kemaluannya. Tomi yang juga sudah gemas menelusupkan tangannya masuk kedalam celana dalam Nincy. Nincy yang kalap menjambak rambut tomi dan menciumnya makin dalam ketika jemari tomi mengusap bibir vagina Nincy yang berlendir.

“Ssshh.. Itilnya tom, itilnya mainin plis..” Mohon Nincy.

“Ini yah? Ini kak? Hmmm?”

“Aggghhh tommm….”




Nincy meringis penuh kenikmatan sewaktu ujung jari tengah tomi menelusup diantara celah vaginanya dan mencolek tonjolan berkerudung di sudut atas kemaluannya. Badan Nincy bergetar seakan dialiri listrik dari ujung kepala hingga ujung kaki manakala Tomi menjawili mesra klitoris Nincy. Kini bahkan kedua kaki Nincy berjinjit mengangkang di pinggir kasur membuat tomi makin leluasa mengerjainya.

“Ahmmm… gila tom enak bangettt.. Terusin tomm… kocokin memek gue tommm…”

Tomi segera memasukkan jari tengahnya kedalam rongga kemaluan Nincy. Sangking basahnya dengan mudah jari tomi menelusup masuk. Tomi baru kali itu merasakan bentuk isi vagina. Sungguh licin, berdaging, dan tentu saja basah. Tomi mengorek-ngorek penuh rasa ingin tahu isi dalam vagina Nincy. Kini posisi mereka berdua kembali berpindah, Nincy merebahkan diri diatas kasur mengangkang sementara tomi diantara kedua kakinya terus mengorek-ngorek vagina Nincy.

“Tooom.. Gilaa…tommm…auhh terus tommm…. Mhmhh..”

Nincy merengek-rengek liar ketika tomi memasukkan jari kedua kedalam vagina Nincy dan kemudian menyeruput klitoris Nincy dengan sedapnya.

“Shrrrrppppppptttt…..”

Nincy menggelinjang binal dibuatnya. Disodok-sodokannya jari tomi kedalam vagina Nincy dengan beringas.

“YESH!! UGHH FUCK.. Kasarin gue tom, kasarin tomm.. Ouggghhh fuck me!”

Tomi tersenyum girang luar biasa mendengar teriakan garang Nincy ketika ia menyodokkan tangannya dengan kasar. Tomi merasa kedua jarinya diremas-remas kencang oleh dinding vagina Nincy. Nincy mengerang seperti anjing sekarat ketika tanpa diduga-duga Nincy menyemburkan cairan encer dari dalam kemaluannya. Tomi terbelalak kaget ketika Nincy terus menerus mengencingi tangan dan kasurnya habis-habisan hingga kasurnya basah menggenang.

Dan akhirnya Nincy melepaskan jepitan pahanya dan melepaskan tangan tomi yang basah kuyup hingga ke lengannya. Baru kali itu tomi merasakan sendiri sensasi squirting yang selama ini hanya bisa ia tonton di film bokep. Nincy megap-megap mencari napas sehabis mengeluarkan orgamse yang begitu dahsyat. Tomi membiarkan Nincy beristirahat sejenak mencari udara dan menikmati sisa sisa klimaksnya. Hingga akhirnya Nincy kembali sadar dan melirik lembut kearah Tomi.

“Sini Tom..” Panggil Nincy lembut.

Tomi mendekat diatas tubuh Nincy dan kemudian secara naluriah Nincy melingkarkan kedua kakinya di pinggang tomo, dan mencumbui bibir tomi mesra. Nincy sendiri merasa takjub tomi bisa membuatnya orgasme sekencang itu. Bahkan kekasihnya sendiripun jarang-jarang bisa membuatnya seperti itu.

“Belajar darimana lo kaya gitu? Kebanyakan nonton bokep lu ya.. Hihi.” Ujar Nincy sembari tetap mendekap manja tomi.

“Hehe, iya dong tapi ada untungnya kan? Buktinya tomi bisa bikin kak nin muncrat ampe segitunya..” kelakar tomi.

“Huu.. hoki lu bisa bikni gue begini.. Cowo gue aja gabisa. Mmwachh..” Ujar Nincy lagi sembari kembali mencumbu tomi manja.

“Haha.. berarti lebih jago tomi dong dari pacarnya kak Nincy? Kalo gitu pacaran sama tomi aja kak.. Tomi entot tiap hari deh janji..” rayu tomi nakal.

“Haha geer lu tom, emang siapa yang mau dientot sama lo?”

“Yakin gamau dientot kak? Udah keras lagi nih kak… tinggal bless aja..”

Tomi terus merayu Nincy sembari menggesek-gesekkan penisnya ke bibir vagina Nincy. Sesekali kepala penisnya menggesek klitoris Nincy membuat Nincy kembali menggelinjang geli. Terkadang bahkan kepala penisnya menggoda nyaris merangsek masuk kedalam vagina Nincy yang sudah merekah dan sangat licin. Sembari keduanya terus bercumbu mesra tidak memperdulikan waktu.

“Emang lu bisa masukin tom? Yakin ga salah lobang?” goda Nincy sambil tersenyum genit.

“Wah meragukan nih. Bener ya? Tomi masukin nih… hmmmmm..”

“Coba aj–eggngnggghhhh….”

Nincy seketika meringis ketika kepala penis tomi masuk tepat sasaran kedalam vagina nia masih dalam posisi mereka tetap berpelukan seperti tadi. Tomi tersenyum penuh kemenangan melihat Nincy meringis keenakan. Hanya dengan sekali dorong, setengah penis tomi sudah merangsek masuk kedalam liang vagina Nincy. Tomi merasa birahinya naik lagi dengan cepat merasakan sensasi kenikmatan yang baru kali ini ia rasakan seumur hidup. Semua kenikmatan onani yang ia rasakan tak sebanding dengan nikmatnya vagina asli.

“Tomiii.. kok langsung masuk sihhh.. kak Nincy belom siap..” Protes Nincy dengan manja. Nadanya sangat lembut tak seperti yang tadi-tadi.

“Tadi kak Nincy nantangin.. sshhh.. Tomi masukin lagi yah? ughh..” ujar tomi mendesis-desis keenakan penisnya dijepit vagina Nincy.

Tomi dengan perlahan menggerakan pinggulnya maju menekan penisnya masuk lebih dalam ke vagina Nincy. Nincy merengkuh leher tomi kencang merasakan batang kokoh itu masuk semili demi semili kedalam rongga kemaluannya. Hingga akhirnya dirasa batang penis tomi tertanam seluruhnya dalam vagina Nincy. Tomi berdiam sejenak menikmati sensasi seluruh penisnya yang terbungkus rongga vagina Nincy. Begitu juga Nincy yang menggeliat-geliat merasakan vaginanya penuh sesak oleh penis tomi. Terasa begitu nikmat selisih diameter antara penis tomi dibanding milik kekasihnya, dimana vagina Nincy belum pernah merenggang selebar itu sebelumnya.

“Gede banget tom…” bisik Nincy tanpa sadar oleh rasa takjub. Tomi jadi besar kepala mendengar pujian seperti itu, apalagi ini adalah pengalaman seks dia yang pertama.

Dengan percaya diri tomi mulai menggenjot Nincy dibawahnya. Tomi dengan cepat mampu beradaptasi dan menggerakkan pinggulnya maju mundur berirama.

POK.

POK.

POK.

POK.

POK.

Bunyi tamparan daging bertemu daging menggema di ruangan. Diselingi juga bunyi nafas tersengal-sengal dan desahan lirih manja dua insan yang bersama-sama mereguk kenikmatan. Tomi dengan fokus menghantamkan pinggulnya maju mundur, membuat Nincy dibawahnya makin kalang kabut. Keringat menetes deras di tubuh mereka, begitu juga cairan pelumas yang merembes makin banyak keluar dari sela-sela bibir kemaluan Nincy.

“Sshh.. sini kak nin gantian kak, entotin tomi yah.. hehe..” Ujar tomi sembari merengkuh badan Nincy.

Masih dalam posisi missionary, tomi merengkuh badan Nincy yang masih agak setengah fly. Kini posisinya Nincy duduk dipangku diatas tomi berhadap-hadapan dengan tomi berada dibawah. Nincy dengan cepat beradaptasi dan mulai menggerakkan bagian bawahnya yang masih tertancap penis tomi.

“Ughhh.. dalemm..” bisik Nincy manja.

Dalam posisi berpangkuan seperti itu terasa penis vertikal tomi menancap dalam. Nincy mulai menggerakkan pinggangnya naik turun sekenanya karena masih lemas terasa pahanya. Tomi dengan sabar memegangi kedua bongkah pantat Nincy dan membimbingnya bergerak naik turun. Dengan giat Nincy menunggangi tomi sambil terus meracau dan mendesah.

Tomi yang masih belum puas bermain dengan Nincy, menggiring Nincy ke pinggir kasur dan mengaitkan kedua tangannya dibawah kaki Nincy. Nincy yang lemas hanya bisa pasrah kebingungan ketika tomi serta merta dengan gagahnya menggendong Nincy didalam dekapannya.

“Ahhg tomm, mo ngapain..?”

tomi tak menjawab dan hanya langsung memposisikan penisnya lagi di bibir kemaluan Nincy. Dengan sekejap tomi kemudian mampu melesakkanya lagi dalam-dalam ke kemaluan Nincy masi dalam posisi berdiri menggendong Nincy seperti itu.

“AUGH!!”

Nincy melolong antara ngilu dan nikmat ketika tomi lagi-lagi menghantamkan pinggulnya kedepan. Nincy hanya bisa berpegangan kuat-kuat di leher tomi saat badannya terayun-ayun kedepan dan belakang. Memanfaatkan gravitasi, tomi mengayun Nincy maju mundur. Badan Nincy terombang-ambing terus menerus dihantam oleh tomi yang beringas seperti kuda liar. Baru terasa oleh Nincy betapa tomi sudah jauh berbeda dari yang dulu. Bocah kecil ingusan itu kini telah berubah menjadi pria dewasa yang mampu mempermainkan dirinya seperti boneka seks dengan mudahnya.

Nincy bergetar kejang-kejang manakala kemaluannya kembali mulai berkedut kencang, menandakan dirinya nyaris mencapai orgasme lagi. Nikmat yang menjalar di seluruh bagian bawah tubuhnya, ditambah lagi posisinya yang masih mengangkang dalam gendongan tomi makin membuat kakinya mati rasa. Sedangkan tomi masih dengan gagahnya menggendong Nincy dalam posisi berdiri. Badannya yang berotot berkilat-kilat oleh derasnya keringat yang mengucur.

“Tom.. Tomii… TOMI!!”

Nincy memekik kencang memanggil nama tomi manakala akhirnya banjir deras dari dalam rahim Nincy kembali tercurah kencang. Pinggul dan pantat Nincy mengejan-ngejan dan meliuk-liuk manakala curahan air kembali menyembur dari sisa-sisa sela pinggir vaginanya yang tertancap keras batang tomi. Tomi dengan santai menikmati tumpahan air yang mengalir membasahi paha hingga kakinya. Tomi tersenyum melirik ekspresi Nincy yang begitu keenakan diterjang orgasme, matanya terpejam-pejam dan bibirnya setengah menganga dengan rambut terurai basah oleh keringat.

Baca Juga : Cerita Dewasa Perselingkuhan Terjadi Lagi Dengan Temanku

Tomi dengan perlahan kembali menelentangkan Nincy di kasur yang nyaris melorot karena tak sanggup lagi menyangga dirinya di pelukan tomi. Nincy yang masih mengambang diantara kesadaranya hanya bisa terkangkang pasrah lemas diatas kasur. Baju seragam putihnya sudah kusut tak karuan, seperti pula rambutnya yang kusut oleh keringat. Vaginanya yang senantiasa masih berkedut menggembung, yang meski masih mengkilat basah, namun merah merona oleh sodokan tak henti-henti dari tomi. Tomi dengan bangga menyaksikan hasil kemenangannya atas Nincy, melihat dirinya yang terkulai lemah seperti pelacur yang habis diperkosa semalaman. Gairah tomi kembali bergelora ketika membayangkannya.

“Kok udah lemes? Masih belom selesai loh. Tomi masi belum keluar lagi nih..” Ujar tomi seraya membaringkan badan disebelah Nincy dan mengelus rambutnya yang berantakan. Nincy mendengking pelan menghindari usapan tangan Tomi di kepalanya seolah berusaha menampik rayuan tomi, badannya terasa sangat lelah, dan selangkangannya terasa amat pegal. Rasanya Nincy enggan untuk meladeni nafsu bejat tomi yang ternyata diluar dugaan Nincy itu. Dengan gemas tomi menjambak rambut Nincy dan berbisik kasar.

“Ayo. Gue masih pengen ngentotin memek lo nih. Mmmmuach..” Ujar tomi dengan nada mengancam seraya mencium paksa bibir Nincy. Nincy seketika ciut mendengar perkataan tomi barusan. Ia tak menyangka Tomi bisa membuatnya ketakutan seperti itu.

“Mmmggghh..! Udah tom.. Please..” Mohon Nincy sepenuh hati. Didorongnya tomi menjauh melepaskan ciuman mereka. Namun Tomi yang kini sudah berubah menjadi hewan buas, tak mengindahkan permohonan Nincy. Tomi kemudian besimpuh dan dengan garangnya ia menarik kepala Nincy untuk menyuapkan batangnya yang masih keras kedalam mulut Nincy.

“MMFHGHGHHH!!”

Nincy kembali gelagapan dipaksa menelan batang pelir tomi yang masih tegak perkasa. Dengan gagahnya Tomi mengangguk-anggukkan kepala Nincy, memaksa penisnya keluar-masuk dengan kasar di mulut Nincy.

“MMHHGHFFGG…MMMGGMHFF…MMH–FWAAHHH…”

Setelah puas melicinkan penisnya dengan liur Nincy, tomi pun mengangkat badan Nincy hingga Nincy bersimpuh didepannya. “PLAKKKK!!” tamparan keras mendarat di bongkahan pantat Nincy. “Anngggghh!” Nincy meringis merasakan rasa panas di bokongnya. Lagi-lagi dengan gagahnya Tomi meraih pinggul Nincy, dan dengan tanpa ampun Tomi menelusupkan batangnya kembali kedalam kemaluan Nincy dengan kasar.

“NNGGHHH!”

Nincy mendengus ngilu ketika dalam sekejap seluruh batang penis tomi kembali bersarang dalam kemaluannya. Tanpa basa-basi tomi segera menggenjot kemaluan Nincy sekua-kuatnya dan sekencang-kencangnya.

PLAK!

PLAK!

PLAK!

PLAK!

PLAK!




“Annnnghhhhhh ammmpuunn tommmm.. Amp–ngaaahhh!”

Nincy terjungkal-jungkal kedepan seperti boneka tak bernyawa dipacu liar oleh tomi. Tomi dengan buasnya menghantam Nincy tanpa ampun, seakan-akan memang tengah memakai pelacur murahan. Dalam keadaan seperti itu Nincy malah kembali merasakan birahinya kembali naik. Diam-diam Nincy juga ikut menikmati sensasi kasar ala tomi terhadap dirinya yang baru pertama kali ini ia rasakan seumur hidupnya. Selama ini kekasihnya selalu bercinta dengan sangat lemah lembut, dan jujur membuat Nincy agak bosan. Perilaku kasar dan beringas tomi ini berbeda 180 derajat dari yang biasa ia rasakan, dan anehnya Nincy malah lebih menikmatinya.

Tomi meraih rambut Nincy lagi dan menjambaknya kebelakang seperti tengah menunggangi seekor kuda. “Ahhhhhgg!” Nincy meringis dan mendongak mengikuti tarikan rambutnya. Tomi berdesis-desis menikmati tunggangan liarnya itu, sang kuda binal yang selama ini hanya jadi objek masturbasinya belaka.

“Shhhh..aahhh…ssshhhh……sshhhhhhh…..uuuhhhh….yeaaahhh…”

Kini tomi bahkan meraih leher Nincy dan mencekiknya hingga badan Nincy ikut tertarik kebelakang Posisi badan mereka kini sama-sama berlutut dengan Tomi masih terus menghajar Nincy dari belakang tanpa ampun. Tomi mencekik leher Nincy kuat sembari lidahnya menyapu dan menghisap telinga Nincy dari belakang.

“Hmmmghh.. Sshh.. enak kan kak Nincy? Hmm? Enak ngga tomi entotin gini?!” Bisik tomi seraya masih tetap tangannya melingkar di leher Nincy. Nincy yang kembali melayang-layang diterpa kenikmatan hanya bisa mengangguk lemah dengan mata setengah tertutup. Sebelah tangan Nincy bahkan melingkar kebelakang seolah berusaha memegangi pantat tomi, tak rela apabila tomi mengendurkan genjotannya. Nincy begitu larut dalam kenikmatan hingga tak lagi mampu berkata-kata.

“Mau ngga tomi entotin tiap hari gini? Hah? Mau ngga? Jawab gue, perek!” Bisik tomi kasar. Panggilan kasar itu seakan melecut Nincy semakin keenakan. Semakin kasar tomi, semakin birahi Nincy berkobar.

“Agh-agh-agh-m-mau-to-tom-agh-agh-agh” Jawab Nincy terbata-bata akibat guncangan kasar tomi menyetubuhi dirinya.

“Shh–aah… kalo gitu-shh–terima nih.. P-peju gue.. Urghhh!!”

Tomi dengan serta merta tak lagi berusaha menahan laju orgasmenya. Bendungan sperma yang sedari tadi ia tahan, ia curahkan semua kedalam rahim Nincy. Nincy dengan syahdu menerima semburan demi semburan cairan panas didalam liang kemaluannya, hingga titik terakhir. Dan akhirnya mereka berdua pun ambruk saling bertindihan. Dan tak lama keduanya sama-sama memejamkan mata dan terlelap.

Cerita Dewasa Terbaik | Nincy terbangun kaget dan langsung terduduk. Rasanya ia seperti baru terbangun sehabis minum semalaman. Badannya terasa remuk namun ia jugamerasa amat segar. Diliriknya handphone nya yang tergeletak jatuh ke lantai. 12 Misscall, dan puluhan pesan masuk dari kekasihnya. Ia samasekali lupa dengan kekasihnya yang tak kunjung mendapat kabar sedari tadi. Sejenak ia panik hendak beralasan apa nanti kepada kekasihnya, mana mungkin ia mengaku sehabis bercinta dengan adik temannya sendiri? Namun ketika ia menoleh kesamping, ia melihat tomi yang masih terlelap. Sekelebat aksi bercinta mereka selama 2 jam tadi kembali merasuk dalam ingatan Nincy. Dan entah mengapa Nincy jadi tidak perduli dengan semua urusan yang lainnya. Dikecupnya bibir tomi lembut sambil ia tersipu malu dan Nincy pun kembali merebahkan diri disebelah tomi.

“Mhh.. kenapa kak nin? Dah bangun?” Ujar tomi yang setengah tersadar.

“Ngga, gapapa. Tidur lagi gih..” Balas Nincy manja, sembari merengkuh kekasih barunya itu didalam pelukannya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Dewasa Ke Agresifanku Melepas Perawan Bersama Supir Pribadiku

SOCCER88-- Aku ingin menceritakan pengalaman berkesanku dan aku lakukan pertama kalinya perkenalkan namaku Jenni mahasiswi perguruan t...